Selasa, 25 Juni 2013

Penyelesaian Kasus 10.2

Nama    : Seftina Lycencia
NPM      : 24209556
Kelas     : 4EB06
Sumber : Pemikiran sendiri, berdasarkan referensi
                   Choi, Frederick D.S , Gary K. Meek. (2005). International Accounting. Jakarta : Salemba Empat

Penyelesaian Kasus 10.2
Menganalisis Kinerja Anak Perusahaan Luar Negeri Di Dunia Dengan Kurs Mengambang

1.       Pendekatan Evaluasi Kinerja GE
-          Tidak memiliki standar yang kaku
-          Terkait dengan tujuan rencana strategis dan anggaran tahunan
-          Ukuran Keuangan:  a) Laba dalam perusahaan afiliasi
b) ROI
                -      Lebih menekankan kepada Manager :
a)  Seberapa baik manajer berhubungan dengan pemerintah, peningkatan pangsa pasar, dan keberhasilan hubungan karyawan
b) Pembagian tanggung jawab (Desentralisasi)
    Perjanjian lindung nilai internal ditanggungjawabkan pada manager lokal.

Pendekatan Evaluasi Kinerja ICI
-          Membagi ukuran kinerja menjadi 2, yaitu
1)      Jangka panjang
Melihat arus kas yang dihasilkan & ROI
2)      Jangka pendek
Melihat perbandingan hasil aktual dengan anggaran

-          Pembagian tanggung jawab (sentralisasi)
Manager unit dianggap bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi.

2.         Berikut kelemahan dan kekuatannya

ICI
GE
Kekuatan
-          Manajer melakukan penyesuaian modal kerja moneter ke dalam anggarannya, terfokus pada neraca & laporan laba rugi agregat.

-          Menetapkan penyesuaian biaya kini.
-          Manajer usaha luar negeri memiliki wewenang untuk mencapai laba yang dianggarkan.

-          Manajer dapat melakukan kebijakan-kebijakan hingga melakukan kontrak forward.

-          Jika terjadi devaluasi kinerja tak terduga kinerja perusahaan afiliasi masi h diukur berdasarkan laba dollar menurut anggaran
Kelemahan
-          Model biaya kini melanggar kerangka dasar pengukuran biaya historis karena tidak berdasarkan biaya akuisisi pada awalnya, biaya juga berdasarkan hipotesis dan oleh karenanya terlalu subjektif dan sukar dilaksanakan dalam praktik. Mengabaikan perubahan daya beli umum, dan tidak mempertimbangan keuntungan dan kerugian kepemilikan pos moneter seperti utang.
-          Terlalu condong kepada keputusan manager. Tidak memperhitungkan kriteria-kriteria keuangan yang lebih spesifik.

3.       Pendekatan evaluasi kinerja yang saya sukai adalah pendekatan yang diterapkan oleh ICI.
Sebuah studi klasik menunjukkan bahwa pengendalian anggaran leboh baik daripada perbandingan ROI pada saat digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajemen. Ukuran ROI mungkin lebih tepat mengukut kinerja unit, sedangkan perbandingan anggaran mungkin lebih bermanfaat dalam mengevaluasi manajer.
Dalam sebuah studi evaluasi oleh Business Internasional, menyatakan bahwa kriteria keuangan paling penting digunakan untuk mengevaluasi kinerja unit-unit luar negeri adalah laba yang dianggarkan versus laba aktual, baru diikuti ROI.
ICI selalu melakukan evaluasi laba yang dianggarkan vs laba aktual , ICI juga menekankan sentralisasi, dan memberikan perhatian ke laba sisa yang direkomendasikan dalam literatur. Jadi menurut saya ICI lah yang mempunyai evaluasi kinerja keuangan yang memenuhi persyaratan kriteria keuangan .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar